9.23.2012

Ini Skutic apa yah gan ...?

Kebetulan kmaren hari pas hari Jum'at ane lewat depan Pasar Baru ke arah Gunung Sahari trus ane ketemu motor naeh kayak gini.udah ane cari di google tp ga ketemu juga ini motor apa. specifikasi: *behel belakang mirip Mio SOUL *Dual Sock Breaker belakang

Selengkapnya ..

8.28.2012

Dani Pedrosa vs Lorenzo di Brno 26 Agustus 2012


Anda penggemar balap moto GP pasti merasakan dag .... dig ... dug ... oleh aksi Dani Pedrosa dan Jorge Lorenzo pada seri Ceko / Brno 26/08 lalu.Terutama pada 2 lap terakhir,keduanya saling mengeluarkan kemampuannya untuk mendapatkan podium 1.Dan ternyata Dani Pedrosa lah yang jadi pemenang,mungkin karena keberuntungan atau memang benar benar skil sesungguhnya Dani Pedrosa seperti itu.Dan bila di lihat di beberapa seri belakangan setelah RCV 213 ganti sasis,tampak betapa kuatnya Dani Pedrosa di lintasan bersama RCV 213 tunggangannya. Seperti kita ketahui di seri-seri sebelumnya Dani Pedrosa selalu kalah bila Figh dengan Lorenzo di tikungan.Apa mungkin karena problem catter pada motornya atau karena emang nyalinya yang ciut.Tapi kalau menurut pengamatan saya sebenarnya Dani Pedrosa itu mulai down sejak crash dan menyeret Nicky Hayden dalam crash tersebut,padahal saat itu Nicky Hayden sedang memimpin jalannya race dan,berebut point dengan Valentino Rossy,saat mereka sama-sama membela REPSOL HONDA beberapa tahun lalu.Dan akhirnya di tahun itu pula Nicky Hayden jadi juara dunia Moto Gp.Nah sejak saat itu terlihat Dani Pedrosa kurang begitu kencang lagi atau boleh di kata ga berani Fight dengan musuhnya apa lagi Stoner,dengan Lorenzo pun selalu ngalah.Apa karena ada request dari HRC atau ada faktor lain yang membuatnya begitu (entahlah .......),dan saat inilah sejal HRC di pastikan kehilangan potensi Casey Stoner untuk jadi Juara Dunia dan rencana pensiunnya Casey maka,Dani Pedrosa lah yang bakal jadi tulang punggung HRC untuk merain gelar juara Dunia Moto GP bersama HONDA di musim ini. segitu saja dulu lah pengamatan saya kalau mungkin ada yang bisa nambahin ya silahkan ...... keep safry reading ...........

Selengkapnya ..

4.26.2011

Mesin Mati Saat Panas,Tanda Pulser Coil /Pick Up Coil Bermasalah


Dalam postingan ini saya mau berbagi pengalaman mengenai hal yang mungkin pernah anda alami atau mungkin sedang anda alami,yaitu kerusakan pada Pulser Coil /Pick Up Coil.Yang mungkin membuat anda geregetaan ketika enak-enak naik motor tiba-tiba mati sendiri saat mesin sudah panas,atau saat menunggu di lamnpu merah.Parahnya dalam kejadian ini motor tidak bisa langsung di hidupkan.Setelah di tunggu beberapa saat mesin baru bisa di hidupkan kembali tapi alangkah keselnya motor tidak bisa hidup lama,alias setelah jalan beberapa saat akan mati lagi.Apalagi anda hidup di jalanan Ibu Kota Jakarta yang Macetnya kagak ketulungan,bisa-bisa setiap jalan 200 meter mesin akan mati lagi mati lagi.

Nah dalam hal ini mungkin kalau anda tidak boleh gegabah menentukan kerusakan yang terjadi pada motor anda karena ini masalah kelistrikan yang saya sendiri sebenarnya juga males,karena kurang paham.Awalnya hal yang saya lakukan adalah konsultasi ke bengkel langganan,untuk menanyakan kerusakan pada motor saya,Kata bengkel;"itu sepul kalau nggak ya CDI yang rusak".Berhubung saya punya 2 motor dengan seri yang sama.Maka saya langsung aja kerjakan proses komper mengomper komponen motor di rumah.awalnya saya tuker tuh segelondong CDI dari motor yang satu ke motor yang lain,setelah saya coba jalan ternyata motor masih tetep saja begitu.mota-mati terus saat panas,untuk sepul memang saya kurang yakin karena api masih keluar,setau saya kalau memang sepul yang rusak/kebakar api tidak mungkin keluar sama sekali "pengalaman pribadi" bahkan motor tidak akan bisa di hidupkan lagi setelah kejadian mesin mati mendadak.

Di Hari berikutnya saya di kasih tau ama temen kalau kerusakan seperti itu yang harus di ganti adalah sepulnya karena dia sudah pernah ngerasain hal seperti ini,kagak main percaya begitu saja saya coba cari tau sama mbah google,dari situ saya banyak mendapat arahan mulai dari Coil yang rusak hinggal Pulser Coil yang ga beres.Setelah dapet ilmu dari mbah google ,mulai lagi exsperimen pada motor saya lakukan,saat ini giliran Coil yang saya Komper atau tuker.Setelah di tes ternyata masih saja begitu penyakitnya,mati lagi mati lagi setelah mesin panas.Nah di sini mulai curiga dengan Pick Up Coil / Coil Pulser yang bermasalah,langsung saja saya bongkar dah tuh bak mesin sebelah kiri atau blok sepul/magnet.Setelah terbuka ternyata ada bau sangit,telusur punya telusur,ternyata Pick Up Coilnya yang bau sangit.Dan dalam hal ini kondisi sepul masih mulus.Jatuhlah ponis saya ke Pick Up Coil / Coil Pulser yang bermasalah.

Talak 3 sudah jatuh ke Pulser Coil,tiba saatnya untuk meluncur ke toko onderdil motor buat beli spart part,tapi sayangnya dalah urusaan ini ga semulus yang saya perkirakan,Barang Original ga ada di pasaran,adanya kalau mau beli yang original harus beli sati gelondong sama sepul.Ga apalah produk Fukuyama yang jadi pilihan harga relatif terjangkau Rp.31.000 + Rp.3.500 untuk beli packing magnetnya.

Sesampai di rumah langssung panasin solder,buat ganti tuh Part yang gosong ama yang baru.Setelah terpasang semua seperti keadaan semula,kini saatnya mencoba.ternyata bener aja.motor jadi enak lagi normal kembali.tarikan jadi enteng Klakson yang tadinya ga nyaring jadi nyaring lagi,tapi dalam hal ini saya juga ga tau apa hubungannya antara Pulser dan Klakson,kok bisa setelah Pulsernya di ganti Klakson bisa nyaring lagi bunyinya.Ya udahlah anggep aja ini bonusnya,karena saya juga ga begitu paham dengan kelistrikan.

Selengkapnya ..

4.11.2011

CIRI KOMPONEN PENGAPIAN MATI

Sistem pengapian bertugas menyediakan kilatan api untuk membakar bensin yg telah terkompresi. Syaratnya, waktu pengapian harus tepat dan power apiharus kuat. Pengapian lama dikenal tipe platina (konvensional) dan yg modern sudahelektronik (CDI).Selanjutnya kita kupas khusus pengapianCDI, baik sumber arusnya searah (…aki/DC) maupun bolak-balik (AC/spul)Komponenya mulai dr spul atau aki, CDI, KOIL, pulser dan busi.

Bila terjadi kerusakan mendeteksinya pakai alat khusus, misalnya pakai multitester, spark plug tester atau ignition tester. Sayangnya tidaksemua bengkel memiliki alat ini, apalagi perorangan yg hobi utak-atik dirumah. Nah, ini sedikit berbagi cara mengetahui ciri-ciri kerusakannya.


KOIL

Fungsi koil menggandakan tegangan rendah dari aki atau spul menjadi ribuan kilo volt, dalemannya berisi kumparan primer dan sekunder. “menurut petunjuk buku manual kerusakan koil terdeteksi lewat besarnya tahanan kumparan. Bila menyimpang dari spesifikasi artinya rusak ”

Lalu, apaciri khas koil sudah wajib ganti.? “petanda koil rusak salah satunya bila mesin panas atau setelah berjalan beberapa kilometer tiba-tiba api hilang” bila koil bermasalah jarang bget apinya langsung hilang, kebanyakan busi masih memeletikkan api, tapi lompatannya kecil dan berwarna merah dan yg bagus berwarna putih kebiru-biruan. Enggak heran kalau mesin susah hidup.

CDI

Ada dua ciri khas bila capasitor discharge ignition (CDI) wajib ganti “percikan api pada busi hilang sama sekali dan mbrebet diputaran tinggi”.

Bila kasus pertama menimpa anda, mesin motor ngak bisa dinyalakan, adaperangkat elektronik dalam CDI yg mati/putus, bisa kapasitor atau pulsernya. Bila diukur dengan multitester , tegangan kabel yg mrnuju koil hilang sama sekali.

Berbedabila putaran mesin tersendat diputaran atas, menurut tuner mesin. “koil masih mengeluarkan tegangan tinggi tetapi tak sanggup melayani frekwensi tinggi” jd lompatan apinya terputus-putus, begitu puntiran gas diturunkan mesin normal kembali.

SPUL PENGAPIAN

Spul alias kumparan pengapian menyediakan sumber tegangan bolak-balik (AC), komponen ini khusus untuk pengapian CDI AC. Funsinya sama seperti aki Cuma bedanya tegangannya searah (DC). Spul putus atau terbakar tidak bisa memproduksi setrum ”makanya bila komponen ini troble mesin mati total” pertanda spul terbakar secara fisik nampak gosong.

Berbeda pada CDI DC yg sumber tegangannya aki, bila aki rusak mesin masih bisa dihidupkan “asal sistem pengisian masih jalan, sebab suolai mesin digantikan oleh kiprok”, perlu diwaspadai bila aki tidak segera diganti sangatberbahayaterhadap CDI. Soalnya output kiprok tidak murni arus searah. Bila dideteksi dengan osciloscope masih terlihat adanya gelombang tegangan AC.

PULSER

Gejala pulser problem mirip dengan CDI. “bila belum parah mesin masih menyala tetapi endut-endutan”. Munculnya bisa diputaran bawah juga di rpm atas.

Bila kumparan didalam pulser putus maka tidak keluar tegangan samasekali, sehingga listrik yg seharusnya dikirim ke SCR dalam CDI terputus, setrum dalam kapasitor tidak tersalur ke koil sehingga mesin mogok.

BUSI

Busi yg mendekati kematian cirinya saat di starter muncul letupan dimoncong knalpot, mesin juga sulit dihidupkan, tetapi bila isolator dalam busi putus maka mesin mati total. Meskipun koil memproduksi tegangan tinggi akan terhambat. Alhasil, elektroda busi tak ada letikan bunga api

sumber ; http://arifin0.wordpress.com

Selengkapnya ..

8.10.2010

Persiapan Kolam Lele


Kolam sebagai wadah tempat budidaya harus dipersiapkan mulai dari awal pemilihan sistem Budidaya yang akan diterapkan. Sarana dan prasarana pendukung juga harus dihitung dan dipersiapkan sesuai dengan kepadatan tebar bibitnya.

Penentuan jenis kolam dari tanah, plastik ataupun beton yang terpenting adalah bisa menyimpan masa air selama masa budidaya atau tidak porus.Hal ini penting sekali diperhitungkan karena air yang porus akan berpengaruh sekali terhadap kestabilan kualitas dan kuantitas air selama masa Budidaya, maka pertumbuhan pun akan bisa terpengaruh dari perubahan-perubahan yang tidak stabil ini disamping faktor cuaca.

Kolam tanah, persiapan awal selain pemadatan dinding dan tanah dasar supaya tidak porus, maka untuk Budidaya Lele yang sangat perlu diperhatikan adalah dinding atau dasar yang padat membuat Lele tidak mudah bersembunyi membuat lubang, disamping pada dasar dan dinding kolam yang tidak rata permukaannya membuat kotoran tidak mudah terbilas hanyut dalam pembuangan. Sehingga kotoran akan mudah menumpuk pada titik yang tidak rata tsb, hal ini akan terjadi titik daerah mati atau dead zone .

dead zone, adalah terjadinya titik daerah mati, dimana terjadi penumpukan Bahan Organik atau sampah yang terkumpul pada area-area tertentu. Daerah ini Kadar amoniak dan gas-gas beracun mulai tinggi sehingga tidak disukai oleh ikan. Apabila ada pakan ikanyang jatuh pada titik-tik ini maka ikan tidak akan mau makan, atau daerah ini temapt menjadi sarangnya beberapa bakteri phatogen yang menyebabkan sakit pada ikan.

Pemberian kapur atau LIMING pada kolam tanah sangat mutlak diperlukan, karena kapur ini fungsinya sebagai :
1. Buffer atau penyagga agar PH di air tidak melonjak naik pada sore hari dan turun pada waktu menjelang pagi hari.
2. Sebagai sumber menyuplai CO2 ( carbondioksida ) dari unsur kapur yaitu Bicarbonat (H2CO3)2- yang akan menyuplai digunakan untuk fotosintesa phytoplankton ( mikroalga hijau ).

Menurut pengalaman penulis, pemberian pupuk kandang untuk ditanah, saat ini kurang diperlukan lagi. Karena justeru akan membuat kondisi lingkungan menjadi kelewat subur pada masa budidaya nantinya. Permasalahan yang sering terjadi nantinya malahan adalah bagaimana menge rem terjadinya saat-saat meluncur pada kondisi lingkungan yang kearah kelewat subur.
Pembentukan penumbuhan phytoplankton dapat dilakukan dengan cara memancing pemupukan, tetapi setelah kondisi pemberian pakan yang rutin pada ikan, sisa-sisa pakan ini justeru akan menjadi sumber bahan Organik yang akan diubah menjadi
pupuk yang subur oleh siklus mikroorganisme dikolam dalam sistem-sistem Probiotik yang diterapkan nantinya.

Membuat warna Hijau pada Kolam Tanah untuk persiapan tebar Bibit, ini sangat penting sekali dilakukan, karena untuk mendapatkan lingkungan air yang nyaman untuk hidup bibit-bibit lele. Pada Lingkungan air yang berwarna Hijau daun maka Suplai Oksigen (O2) dari hasil fotosintesa sangat membantu untuk kenyamanan hidup bibit. Disamping Phytoplankton ini juga sebagai selimut alami yang berfungsi menjaga kestabilan fluktuasi suhu air perbedaan pada siang Hari dan malam harinya.

Teknologi inilah yang menjadikan perkembangan pengetahuan yang sangat berarti untuk di ketahui oleh para petani ikan. Karena sementara ini sebagian besar petani ikan masih berkiblat pada dunia pertanian,dimana bagaimana carnya membuat lingkungan menjadi subur untuk tumbuhnya phytoplankton atau zooplankton sebagai makanan ikan. Tetapi kenyataannya yang terjadi dilapangan malahan memberi beban yang sangat berlebih pada ligkungan air, sedangkan pakan alami tumbuhnya tidak sesuai dengan jumlah biomasa ikan. Pakan alami sangat membantu perkembangannya bila dilakukan dalam sistem pendederan secara alami, yaitu untuk bibit-bibit dari ukuran 1 sampai 2 Cm.

Tahapan yang perlu dilakukan untuk kolam tanah dan plastik maupun beton agar menjadi Hijau adalah sbb :
- Masukkan air bersih, kalau air dari sawah atau sungai karena sudah mengandung bibit phytoplankton dan kadar Bahan Organik yang terlarut relatif lebih tinggi, maka akan lebih mudah dalam pembentukan warna airnya. Tetapi apabila sumber airnya adalah air dari sumber mata air atau sumur, maka perlu dipancing dengan adanya pemupukan menggunakan pupuk Urea sebanyak 5 grm/M3 dan Kaptan atau Dolomit 100 grm/M3 langsung ditebar secara merata pada permukaan kolam pada pagi hari setelah matahari terbit ( pk 7 – 9 pagi).
- Berilah perlakuan probiotik XTRO Sebanyak 10 ml/ m3 air dan ditebar merata pada permukaan air.
- Lakukanlah pemberian kapur kaptan/dolomit, urea, dan Xtro ini selama 3 – 5 hari berturut-turut sampai didapat warna air yang hijau.
- Apabila sudah didapat warna air yang hijau maka berarti air sudah siap tebar bibit, tetapi secara berkala masih perlu dilakukannya perawatan atau maintenance, agar warna hijau akan tetap stabil ( lebih jelas akan diterangkan dalam strategi membuat warna air hijau dalam GREEN WATER SYSTEM )
- Pada kolam tanah kemungkinan akan lebih mudah dalam membuat warna air cepat menjadi Hijau, sedangkan pada kolam plastik atau beton agak lebih sulit. Tetapi pada kolam tanah karena mudah sekali menjebak kotoran atau Bahan Organik maka akan mudah didapat kondisi lingkungan yang cepat subur diumur masa budidaya diatas 60 hari, sehingga sering terjadi gejolak penyakit yang disebabkan oleh penurunan daya dukung lingkungan kolam karena kotoran yang berlebih.
- Pada kolam Plastik atau Beton, pada awalnya memang sulit untuk membetuk warna air, tetapi dengan kepiawaian kita dalam mengolah air maka justeru pada kolam ini mudah sekali mengontrol tingkat kesuburan dalam kolam, apabila terjadi permasalahan yang berkaitan dengan penurunan daya dukung Lingkungan air lebih mudah sekali dalam mengendalikannya.

KOLAM PLASTIK atau BETON, Pada kolam ini apabila konstruksinya sudah disiapkan dengan baik dan tidak ada kebocoran pada konstruksinya maka bisa dimasukkan air setinggi 60 – 70 Cm untuk membuat warna air menjadi Hijau.

PEMBUATAN WARNA AIR MENJADI HIJAU INI SANGAT MUTLAK HARUS DILAKUKAN UNTUK BISA DILAKUKAN TEBAR BIBIT, untuk kolam-kolam dengan sistem budidaya Out door karena suplai Oksigen sudah 100 % bergantung pada sistem Fotosintesa pada Phytoplankton yang berwarna Hijau Muda segar di kolam.

LAKUKAN PERSIAPAN UNTUK TEBAR BIBIT APABILA HAL WARNA AIR SUDAH DIDAPAT STABIL. Dinamika Jenis-jenis warna Air kolam, dan kualitas air nanti akan dibahas lebih lanjut pada GREEN WATER SYSTEM.

Ditulis dalam TEHNIK PEMBESARAN LELE

Selengkapnya ..

Konstruksi dan Design Kolam Lele


Konstruksi & Disain Kolam sangat berpengaruh pada Sistem Tehnis dan keberhasilan dalam menjalankan Budidaya. Untuk tebar diatas 150 ekor/m3 diperlukan konstruksi kolam dari plastik atau semen beton.

Konstruksi dan disain kolam sangat menentukan sistem budidaya yang akan dilakukan, karena dengan sistem ini nanti juga akan menggambarkan Sarana, Prasarana, modal, skill SDM tingkat penguasaan tehnis-tehnis Budidaya.
Untuk lebih mudah membagi sistem Tehnologi, modal, sarana dan Prasarana pada Budidaya Lele maka sistem Budidaya bisa dibagi menjadi 3 sistem, yaitu :

1. Sistem TRADISIONAL, pada sistem ini kepadatan tebar bibit Lele < 50 ekor / m3, pakan yang diberikan bisa berupa pakan buatan sedikit sekali, dan masih bergantung pada pakan alami yang tumbuh dikolam ikan seperti jentik2, zooplankton, diatom dll. Konstruksi kolam bisa dibuat dengan tanah seluruhnya.

2. Sistem SEMI INTENSIF, kepadatan tebar bibit lele 50 – 150 ekor /m 3. Pakan sudah mulai lebih banyak bergantung pada pakan buatan/pelet, sedangkan apakan mengandalkan pakan alami atau pakan segar lain jumlahnya tidak bisa banyak.Konstruksi kolam masih bisa menggunakan tanah yang pada dinding-dindingnya dipadatkan,atau pada pinggiran kolam bisa dari semen atau plastik, untuk mengurangi porositas air kolam.

3. Sistem Intensif, kepadatan > 150 ekor/m3, Pakan sudah 100 % bergantung pada pakan buatan dengan protein yang seusuai dengan fase-fase pertumbuhannya. Konstruksi kolam sudah full dari Plastik ataupun beton semen. Sehingga memutus faktor pengaruh terhadap media lingkungan, jadi sepenuhnya masuk dalam kontrol manajemen kita.

DISAIN KOLAM, sangat menentukan tingkat manajemen tehnis yang akan kita jalankan nantinya. Untuk Sistem Pembesaran pada Lele disain kolam akan menentukan tingkat daya sanggah media terhadap produktifitas pertumbuhan ikan lele. Karena Pada kolam yang dangkal kedalaman < 1 m, akan menentukan sedikit atau banyaknya lele yang bisa dengan leluasa tumbuh dan hidup, jadi penghitungan Volume media air kehidupan ikan lele adalah jumlah ikan per meter kubiknya. Semakin dalam kolamnya maka akan semakin banyak bisa mengisi kolong-kolong air untuk hidup ikan lele, tetapi dengan syarat ke homogenan kualitas air didasar, tengah dan permukaan harus bagus.

Maka semakin dalam kolam dengan kepadatan tebar ikan semakin tinggi maka akan diperlukan sarana-sarana tambahan, seperti pompa air yang diperlukan untuk mengaduk masa air menjadi homogen antara lapisan bawah dan atas. Pompa ini sangat berpengaruh membuat tingkat kualitas air kolam menjadi lebih baik.

Disain dan Kostruksi kolam penting sekali diperhatikan, karena menentukan tingkat kemudahan dalam manajemen Kualitas dan Kuantitas Air, yang terpenting adalah bagaimana cara membuat masa air sehomogen mungkin, yang nantinya pengadukannya akan dibantu oleh POMPA, jadi dengan konstruksi sebagaimanapun bentuknya asalkan tidak porus maka kualitas air bisa distabilkan. Lebih lanjut dibahas dalam manajemen kualitas Air secara Praktis.

Ditulis dalam TEHNIK PEMBESARAN LELE

Selengkapnya ..